Senin, 14 Maret 2016

CONTOH SATUAN ACARA PENYULUHAN KTD



SATUAN ACARA PENYULUHAN
KEHAMILAN TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA
DI SMK NEGERI 3 KASIHAN
BANTUL TAHUN 2015



Disusun Oleh :
Nama                   : Elysabeth Nandya Pricilia
NIM                     : 120087



AKADEMI KEBIDANAN YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2015

SATUAN ACARA PENYULUHAN

MATERI PENYULUHAN   : Kehamilan Tidak Diinginkan Pada Remaja
PENYULUH                          : Elysabeth Nandya Pricilia
AUDIENS                              : Siswi Kelas XI SMK Negeri 3 Kasihan
HARI/TANGGAL/JAM        : Senin/ 28 Februari 2015/10.15
WAKTU                                 : 60 MENIT
LOKASI                                 : AULA SMK Negeri 3 Kasihan Bantul

            A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
            Setelah mendapatkan penjelasan tentang kesehatan reproduksi remaja selama 45 menit, diharapkan remaja putri  dapat mengerti dan memahami tentang kesehatan reproduksi remaja dan cara menangani masalah kesehatan reproduksi sehingga dapat meminimalisir atau mencegah terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja.
            B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mendapatkan penjelasan tentang kesehatan reproduksi remaja, remaja putri diharapkan mampu :
1.      Mengetahui definisi kehamilan tidak diinginkan pada remaja
2.      Mengetahui faktor-faktor penyebab kehamilan tidak diinginkan pada remaja
3.      Mengetahui dampak kehamilan tidak diinginkan pada remaja
4.      Mengetahui cara pencegahan kehamilan tidak diinginkan pada remaja
            C. MATERI
1.      Kehamilan tidak diinginkan pada remaja
            D. PENDEKATAN   
            1. Deduktif
Dengan metode Deduktif  (Khusus-Umum) diharapkan remaja putri bisa lebih memahami materi yang disampaikan oleh konselor
            E. METODE
            1. Ceramah
            2. Tanya Jawab
            F. MEDIA
            1. Power Point
            2. Video
            G. MATERI PENYULUHAN
NO
MATERI
AUDIENS
METODE
MEDIA
WAKTU
1
 Pendahuluan
Salam Pembuka
Perkenalan
Menyelaskan Tujuan
Bertanya apa saja masalah kesehatan reproduksi apa yang sering terjadi di lingkungan.
Membalas salam
Mendengarkan
Menjawab



5  menit
2
Inti penyuluhan
Menjabarkan dan menjelaskan masalah kesehatan reproduksi remaja :
Kehamilan tidak diinginkan pada remaja
Mendengarkan dengan serius
Menjawab
Ceramah

Power Point
Video
35 menit
3.
Memberikan waktu untuk bertanya dan berdiskusi
Menanyakan yang belum jelas
Tanya-jawab
Lisan
15

Penutup
Menyimpulkan
Memberikan salam
Memberikan bingkisan kecil
Aktif menyimpulkan
Membalas salam


Lisan
5 menit

            H. EVALUASI
Memberikan Postest berupa kuesioner  tanggal 8 Maret 2015
MATERI

A.    Perubahan Fisik pada Remaja
Para remaja mengalami perubahan fisik yang signifikan terutama pada kematangan alat reproduksinya. Hal ini terjadi pada setiap remaja baik remaja putra maupun remaja putri. Perubahan tersebut terbagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder, Perubahan yang terjadi adalah sebagai berikut :
1.      Tanda Perubahan Seks Primer, yaitu :
a.       Pada remaja putra terjadi mimpi basah
b.      Pada remaja putri terjadi haid (menarche)
2.      Tanda Perubahan Seks Sekunder, yaitu :
a.       Pada remaja putra terjadi perubahan suara, tumbuh jakun, tumbuh bulu-bulu halus di sekitar kemaluan dan ketiak, penis dan buah zakar bertambah besar terjadinya ereksi dan ejakulasi, dada lebih lebar, badan berotot.
b.      Pada remaja putri, pinggul melebar, payudara membesar, tumbuh bulu-bulu halus di sekitar kemaluan dan ketiak.
B.     Perilaku Seksual Remaja
Menurut Sarwono (2011), Perilaku seksual adalah segala bentuk tingkah laku yang didosong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun dengan sesame jenis. Bentuk dari tingkah laku ini bermacam-macam mulai dari perasaan  tertarik sampai tingkah laku berkencan, bercumbu, berseggama, pada perilaku seksual ini obyek seksualnya bisa dengan orang lain, orang dalam  khayalan, maupun diri sendiri.
Perilaku remaja yang tidak sehat akan menimbulkan beberapa manifestasi khususnya di kalangan remaja sendiri, masalah yang dapat timbul adalah :
1.      Dampak kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja putri terhadap kesehatan.
2.      Pengguguran kandungan, terutama yang dilakukan secara tidak aman.
3.      Dampak sosial ekonomi dari kehamilan  yang  tidak diinginkan.
4.      Masalah penyakit menular seksual.
5.      Dampak sosial dan ekonomi dari penyakit menular seksual (Arma, 2007).
Menurut Nurfaizah (2007), ada beberapa tahapan dari perilaku seksual, diantaranya adalah bersentuhan (touching) mulai dari berpegangan tangan sampai dengan berpelukan, berciuman (kissing) mulai dari ciuman pendek sampai dengan ciuman dengan memainkan lidah (deep kissing), bercumbu (petting) mulai dari menyentuh bagian sensitif pasangan dan mengarah pada pekembangan gairah seksual dan tahapan terakhir adalah berhubungan kelamin (sexual intercourse).
C.    Kehamilan  Tidak Diinginkan
1.      Pengertian Kehamilan Tidak Diinginkan
Menurut kamus istilah program keluarga berencana, kehamilan tidak diinginkan adalah kehamilan yang dialami oleh seorang perempuan yang sebenarnya belum menginginkan atau sudah tidak menginginkan hamil (BKKBN, 2007).
Dalam kasus kehamilan tidak diinginkan pada remaja, tentunya remaja belum menginginkan terjadinya kehamilan, tetapi remaja tersebut telah melakukan hubungan seks di luar nikah yang dapat menyebabkan kehamilan tidak diinginkan pada remaja.
2.      Faktor Penyebab Kehamilan Tidak diinginkan
Menurut Luthfiyati (2009), faktor-faktor yang menyebabkan banyak remaja putri mengalami  kehamilan tidak diinginkan di luar nikah adalah sebagai berikut:
a.       Faktor Agama
Agama berperan penting bagi pembentukan moral remaja, remaja yang besar dalam lingkungan yang menanamkan nilai agama yang kuat, cenderung lebih tahan dalam menghadapi godaan penyimpangan seksual.


b.      Faktor lingkungan (meliputi orang tua, tetangga, teman, dan media)
       Remaja merupakan masa yang labil, faktor lingkungan pergaulan remaja dapat sangat berpengaruh terhadap sikap dan sudut pandang remaja itu sendiri.
c.       Faktor Pengetahuan
Kurangnya pengetahuan remaja akan kesehatan reproduksi menyebabkan rendahnya kesadaran remaja mengenai dampak hubungan seks diluar nikah sehingga dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja.
d.      Perubahan zaman
Era globalisasi menyebabkan masuknya informasi dari berbagai sumber membuat remaja mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif.
e.       Perubahan kadar hormon pada remaja
Meningkatkan libido atau dorongan seksual yang terkadang menyebabkan remaja menyalurkannya  melalui aktivitas seksual.
f.       Semakin cepatnya usia pubertas
Usia pubertas yang semakin cepat menyebabkan meningkatnya kejadian kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja. Hal itu disebabkan karena masa pubertas yang tidak diimbangi dengan pengetahuan akan kesehatan reproduksi remaja.
g.      Adanya trend baru dalam berpacaran di kalangan remaja
Seks pranikah menjadi hal yang biasa di kalangan remaja karena mereka beranggapan bahwa seks pranikah menjadi trend baru dalam berpacaran di kalangan remaja.
3.      Dampak Kehamilan Tidak diinginkan
Menurut Lutfiyati (2009), dampak yang ditimbulkan dari perbuatan seksual pranikah, lebih banyak ditanggung oleh pihak wanita, yaitu kehamilan. Kehamilan ini berdampak pada kehidupan selanjutnya antara lain :
a.       Putus sekolah
b.      Kemungkinan pengungguran yang mempunyai resiko tinggi bagi jiwanya.
c.       Kemungkinan mempunyai masalah dengan dengan calon pasangan hidup yang masih mengagungkan “keperawanan”.
4.      Pencegahan Kehamilan Tidak Diinginkan
Menurut Depkes RI (2009), beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk pencegahan terjadinya kehamilan tidak diinginkan, antara lain:
a.       Pendidikan seks sedini mungkin
Memberikan pendidikan seks kepada anak sedini mungkin, baik di dalam lingkungan keluarga maupun di dalam lingkungan sekolah. Agar remaja dapat memahami dengan benar tentang kesehatan reproduksi remaja sehingga dapat mencegah terjadinya salah persepsi pada remaja yang dapat mengakibatkan terjadinya penyimpangan seksual pada remaja.
b.      Menjunjung tinggi nilai-niai dan norma-norma
Remaja di harapkan mengerti dan memahami nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat, dengan begitu remaja dapat mengetahui mana yang baik dan buruk untuk dilakukan. Sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan seksual pada remaja.

c.       Mengubah tradisi masyarakat yang tidak baik
 Indonesia memiliki banyak adat dan budaya, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan kita dapat menilai tradisi mana yang  karena  tidak semua tradisi yang ada dalam kebudayaan kita baik bila masih dijalankan pada jaman sekarang seperti tradisi perjodohan dan pernikahan dini yang masih sering kita jumpai khusunya di daerah pedesaan.

d.      Tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah
Hubungan seksual hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah resmi menikah. Remaja harus menaati peraturan yang sudah ditetapkan agar terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan.
e.       Memanfaatkan waktu luang dengan kegiatan positif
Meningkatnya dorongan seksual pada remaja, dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan akibat seks pranikah, jika dorongan seksual tersebut tidak disalurkan dengan kegiatan-kegiatan positif seperti berolahraga dan mengembangkan hobi atau bakat.
f.       Hindari kegiatan yang menimbulkan hasrat seksual
Remaja dianjurkan untuk menghindari kegiatan yang menimbulkan hasrat seksual seperti menonton video porno, terlalu initim dengan lawan jenis jika ingin terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja.



1 komentar:

  1. Casino queen card no deposit bonus codes
    Casino queen card no deposit bonus codes, Free Spins, 온카지노 No Deposit Bonuses. クイーンカジノ 1. Slot Queen Casino No Deposit Bonus Codes for 10cric Canadian Players, 50 Free Spins,

    BalasHapus