SATUAN
ACARA PENYULUHAN
KEHAMILAN
TIDAK DIINGINKAN PADA REMAJA
DI
SMK NEGERI 3 KASIHAN
BANTUL
TAHUN 2015

Disusun Oleh :
Nama : Elysabeth Nandya Pricilia
NIM
: 120087
AKADEMI
KEBIDANAN YOGYAKARTA
YOGYAKARTA
2015
SATUAN
ACARA PENYULUHAN
MATERI
PENYULUHAN : Kehamilan Tidak Diinginkan
Pada Remaja
PENYULUH : Elysabeth Nandya
Pricilia
AUDIENS : Siswi Kelas XI
SMK Negeri 3 Kasihan
HARI/TANGGAL/JAM : Senin/ 28 Februari 2015/10.15
WAKTU : 60 MENIT
LOKASI : AULA SMK
Negeri 3 Kasihan Bantul
A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mendapatkan penjelasan tentang kesehatan reproduksi
remaja selama 45 menit, diharapkan remaja putri dapat mengerti dan
memahami tentang kesehatan reproduksi remaja dan cara menangani masalah
kesehatan reproduksi sehingga dapat meminimalisir atau mencegah terjadinya
kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja.
B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mendapatkan penjelasan tentang kesehatan
reproduksi remaja, remaja putri diharapkan mampu :
1.
Mengetahui definisi kehamilan tidak diinginkan pada
remaja
2.
Mengetahui faktor-faktor penyebab kehamilan tidak
diinginkan pada remaja
3.
Mengetahui dampak kehamilan tidak diinginkan pada
remaja
4.
Mengetahui cara pencegahan kehamilan tidak diinginkan
pada remaja
C. MATERI
1.
Kehamilan tidak diinginkan pada remaja
D. PENDEKATAN
1. Deduktif
Dengan
metode Deduktif (Khusus-Umum) diharapkan
remaja putri bisa lebih memahami materi yang disampaikan oleh konselor
E. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
F. MEDIA
1. Power Point
2. Video
G. MATERI PENYULUHAN
|
NO
|
MATERI
|
AUDIENS
|
METODE
|
MEDIA
|
WAKTU
|
|
1
|
Pendahuluan
Salam
Pembuka
Perkenalan
Menyelaskan
Tujuan
Bertanya
apa saja masalah kesehatan reproduksi apa yang sering terjadi di lingkungan.
|
Membalas
salam
Mendengarkan
Menjawab
|
|
|
5
menit
|
|
2
|
Inti
penyuluhan
Menjabarkan
dan menjelaskan masalah kesehatan reproduksi remaja :
Kehamilan
tidak diinginkan pada remaja
|
Mendengarkan
dengan serius
Menjawab
|
Ceramah
|
Power
Point
Video
|
35
menit
|
|
3.
|
Memberikan
waktu untuk bertanya dan berdiskusi
|
Menanyakan
yang belum jelas
|
Tanya-jawab
|
Lisan
|
15
|
|
|
Penutup
Menyimpulkan
Memberikan
salam
Memberikan
bingkisan kecil
|
Aktif
menyimpulkan
Membalas
salam
|
|
Lisan
|
5
menit
|
H. EVALUASI
Memberikan
Postest berupa kuesioner tanggal 8 Maret
2015
MATERI
A. Perubahan Fisik pada Remaja
Para
remaja mengalami perubahan fisik yang signifikan terutama pada kematangan alat
reproduksinya. Hal ini terjadi pada setiap remaja baik remaja putra maupun
remaja putri. Perubahan tersebut terbagi menjadi dua yaitu primer dan sekunder,
Perubahan yang terjadi adalah sebagai berikut :
1.
Tanda Perubahan Seks Primer, yaitu :
a.
Pada remaja putra terjadi mimpi basah
b.
Pada remaja putri terjadi haid (menarche)
2.
Tanda Perubahan Seks Sekunder, yaitu :
a.
Pada remaja putra terjadi perubahan suara, tumbuh
jakun, tumbuh bulu-bulu halus di sekitar kemaluan dan ketiak, penis dan buah
zakar bertambah besar terjadinya ereksi dan ejakulasi, dada lebih lebar, badan
berotot.
b.
Pada remaja putri, pinggul melebar, payudara membesar,
tumbuh bulu-bulu halus di sekitar kemaluan dan ketiak.
B. Perilaku Seksual Remaja
Menurut Sarwono (2011),
Perilaku seksual adalah segala bentuk tingkah laku yang didosong oleh hasrat
seksual, baik dengan lawan jenis maupun dengan sesame jenis. Bentuk dari
tingkah laku ini bermacam-macam mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah laku berkencan,
bercumbu, berseggama, pada perilaku seksual ini obyek seksualnya bisa dengan
orang lain, orang dalam khayalan, maupun
diri sendiri.
Perilaku
remaja yang tidak sehat akan menimbulkan beberapa manifestasi khususnya di
kalangan remaja sendiri, masalah yang dapat timbul adalah :
1.
Dampak kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja putri
terhadap kesehatan.
2.
Pengguguran kandungan, terutama yang dilakukan secara
tidak aman.
3.
Dampak sosial ekonomi dari kehamilan yang tidak diinginkan.
4.
Masalah penyakit menular seksual.
5.
Dampak sosial dan ekonomi dari penyakit menular seksual
(Arma, 2007).
Menurut Nurfaizah
(2007), ada beberapa tahapan dari perilaku seksual, diantaranya adalah
bersentuhan (touching) mulai dari
berpegangan tangan sampai dengan berpelukan, berciuman (kissing) mulai dari ciuman pendek sampai dengan ciuman dengan memainkan
lidah (deep kissing), bercumbu (petting) mulai dari menyentuh bagian
sensitif pasangan dan mengarah pada pekembangan gairah seksual dan tahapan
terakhir adalah berhubungan kelamin (sexual
intercourse).
C. Kehamilan
Tidak Diinginkan
1.
Pengertian Kehamilan Tidak Diinginkan
Menurut
kamus istilah program keluarga berencana, kehamilan tidak diinginkan adalah
kehamilan yang dialami oleh seorang perempuan yang sebenarnya belum
menginginkan atau sudah tidak menginginkan hamil (BKKBN, 2007).
Dalam
kasus kehamilan tidak diinginkan pada remaja, tentunya remaja belum
menginginkan terjadinya kehamilan, tetapi remaja tersebut telah melakukan
hubungan seks di luar nikah yang dapat menyebabkan kehamilan tidak diinginkan
pada remaja.
2. Faktor
Penyebab Kehamilan Tidak diinginkan
Menurut Luthfiyati (2009), faktor-faktor yang menyebabkan
banyak remaja putri mengalami kehamilan
tidak diinginkan di luar nikah adalah sebagai berikut:
a. Faktor
Agama
Agama berperan penting bagi pembentukan moral remaja, remaja
yang besar dalam lingkungan yang menanamkan nilai agama yang kuat, cenderung
lebih tahan dalam menghadapi godaan penyimpangan seksual.
b. Faktor
lingkungan (meliputi orang tua, tetangga, teman, dan media)
Remaja merupakan masa yang labil, faktor
lingkungan pergaulan remaja dapat sangat berpengaruh terhadap sikap dan sudut
pandang remaja itu sendiri.
c. Faktor
Pengetahuan
Kurangnya pengetahuan remaja akan kesehatan reproduksi
menyebabkan rendahnya kesadaran remaja mengenai dampak hubungan seks diluar
nikah sehingga dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja.
d. Perubahan
zaman
Era globalisasi menyebabkan masuknya informasi dari berbagai
sumber membuat remaja mudah terpengaruh dengan hal-hal negatif.
e. Perubahan
kadar hormon pada remaja
Meningkatkan libido atau dorongan seksual
yang terkadang menyebabkan remaja menyalurkannya melalui aktivitas seksual.
f. Semakin
cepatnya usia pubertas
Usia pubertas yang semakin cepat menyebabkan meningkatnya
kejadian kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja. Hal itu disebabkan karena
masa pubertas yang tidak diimbangi dengan pengetahuan akan kesehatan reproduksi
remaja.
g. Adanya
trend baru dalam berpacaran di kalangan remaja
Seks pranikah menjadi hal yang biasa di kalangan remaja
karena mereka beranggapan bahwa seks pranikah menjadi trend baru dalam
berpacaran di kalangan remaja.
3.
Dampak Kehamilan Tidak diinginkan
Menurut Lutfiyati (2009), dampak yang ditimbulkan dari
perbuatan seksual pranikah, lebih banyak ditanggung oleh pihak wanita, yaitu
kehamilan. Kehamilan ini berdampak pada kehidupan selanjutnya antara lain :
a. Putus
sekolah
b. Kemungkinan
pengungguran yang mempunyai resiko tinggi bagi jiwanya.
c. Kemungkinan
mempunyai masalah dengan dengan calon pasangan hidup yang masih mengagungkan
“keperawanan”.
4. Pencegahan
Kehamilan Tidak Diinginkan
Menurut Depkes RI (2009), beberapa upaya yang dapat dilakukan
untuk pencegahan terjadinya kehamilan tidak diinginkan, antara lain:
a. Pendidikan
seks sedini mungkin
Memberikan pendidikan seks kepada anak sedini mungkin, baik
di dalam lingkungan keluarga maupun di dalam lingkungan sekolah. Agar remaja
dapat memahami dengan benar tentang kesehatan reproduksi remaja sehingga dapat
mencegah terjadinya salah persepsi pada remaja yang dapat mengakibatkan
terjadinya penyimpangan seksual pada remaja.
b. Menjunjung
tinggi nilai-niai dan norma-norma
Remaja di harapkan mengerti dan memahami nilai dan norma yang
berlaku dalam masyarakat, dengan begitu remaja dapat mengetahui mana yang baik
dan buruk untuk dilakukan. Sehingga dapat mencegah terjadinya penyimpangan
seksual pada remaja.
c. Mengubah
tradisi masyarakat yang tidak baik
Indonesia memiliki
banyak adat dan budaya, dengan berkembangnya ilmu pengetahuan kita dapat
menilai tradisi mana yang karena tidak semua tradisi yang ada dalam kebudayaan
kita baik bila masih dijalankan pada jaman sekarang seperti tradisi perjodohan
dan pernikahan dini yang masih sering kita jumpai khusunya di daerah pedesaan.
d. Tidak
melakukan hubungan seksual sebelum menikah
Hubungan seksual hanya dapat dilakukan oleh mereka yang sudah
resmi menikah. Remaja harus menaati peraturan yang sudah ditetapkan agar
terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan.
e. Memanfaatkan
waktu luang dengan kegiatan positif
Meningkatnya dorongan seksual pada remaja,
dapat menyebabkan kehamilan yang tidak diinginkan akibat seks pranikah, jika
dorongan seksual tersebut tidak disalurkan dengan kegiatan-kegiatan positif
seperti berolahraga dan mengembangkan hobi atau bakat.
f. Hindari
kegiatan yang menimbulkan hasrat seksual
Remaja dianjurkan untuk menghindari kegiatan yang menimbulkan
hasrat seksual seperti menonton video porno, terlalu initim dengan lawan jenis
jika ingin terhindar dari kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja.
Casino queen card no deposit bonus codes
BalasHapusCasino queen card no deposit bonus codes, Free Spins, 온카지노 No Deposit Bonuses. クイーンカジノ 1. Slot Queen Casino No Deposit Bonus Codes for 10cric Canadian Players, 50 Free Spins,